Rekomendasi Blog untuk Promosi Pariwisata Daerah (Bagian 4)

Studi Kasus

Studi kasus yang dilakukan disini adalah dengan menggunakan suatu blog pribadi yang didedikasikan untuk pariwisata yaitu Indonesia-diary.com. Blog ini memang bukan contoh sempurna karena hanya merupakan blog pribadi (pengembangannya tidak didasarkan pada user generated content) dan juga blog pariwisata dari British Columbia (salah satu negara bagian di Amerika Serikat) yang pengembangannya didasarkan pada user generated content. Blog www.indonesia-diary.com merupakan contoh yang sederhana dalam menggunakan aplikasi Mash Up dalam suatu blog. Sedangkan pada blog pariwisata British Columbia pengelolaan sudah sangat baik dengan menggabungkan antara video dari youtube dengan peta dari google map sehingga terlihat atraktif dan menarik.

Potensi Pengembangan

Pengembangan dari sistem ini tidak hanya digunakan untuk melakukan promosi pariwisata saja. Pengembangan blog ini bisa juga digunakan oleh hotel dan juga penginapan dalam melalui blog perusahaan (company blog) dengan mengajak karyawan dan juga para petinggi perusahaan tersebut untuk melakukan aktifitas blogging. Pendekatan ini sukses dilakukan oleh manajemen BOEING agar para pilotnya melakukan aktifitas catatan pribadi melalui blog.

Kesimpulan

Sebagai salah satu penyumbang devisa negara, sektor pariwisata berpotensi untuk terus berkembang sejalan perkembangan teknologi komunikasi dan informatika. Pengembangan sektor pariwisata harus didukung pemanfaatan Teknologi. Salah satu rekomendasi sistem untuk pemasaran pariwisata Indonesia adalah dengan memakai blog dengan pendekatan user generated content(USG). Dengan dukungan Content Management System (CMS) wordpress, blog pariwisata dengan pendekatan user generated content (USG) dapat diaplikasikan dan atraktif dengan penambahan aplikasi Mash Up seperti google maps, foto dari filckr, dan video dari youtube.




Catatan :
Essay ini dibuat oleh Ahmad Fauzi, Mahasiswa S1 Teknik Elektro FT UI untuk Kompetisi Essay INTERACTION yang diadakan oleh FISIP UI

artikel lengkap dapat di unduh di

http://www.ziddu.com/download/6275137/RekomendasiBloguntukPromosiPariwisataDaerah.pdf.html

Rekomendasi Blog untuk Promosi Pariwisata Daerah (Bagian 3)

Rekomendasi sistem untuk Blog Pariwisata Daerah

Rekomendasi yang akan diajukan disini adalah dapat dimanfaatkan oleh dinas pariwisata terkait untuk memanfaatkan blog sebagai media untuk melakukan promosi, komunikasi dengan konsumen, serta berbagi pengalaman terhadap suatu daerah pariwisata. Pengelolaan dari blogpariwisata daerah bisa tergabung dengan institusi dinas pariwisata atau juga dapat dikelola oleh komunitas pariwisata di sautu daerah.


Gambar 1. Rekomendasi sistem penggunaan blog untuk strategi pemasaran pariwisata daerah

Sumber : Penulis

Komponen-komponen dalam rekomendasi sistem ini antara lain :

1. 1. Content Management System (CMS) Wordpress

Selain dikenal sebagai aplikasi blog, Wordpress merupakan Content Management System (CMS)[1] yang mempunyai “cita rasa” blog seperti aplikasi blognya sendiri (wordpress.com). Sehingga pengguna dapat mengunduh (download) CMS Wordpress secara gratis dari www.wordpress.org dan dapat menggunakan sebagai suatu blog dengan hosting sendiri. Kelebihan utama aplikasi blog dengan wordpress adalah memungkinkan adanya kolaborasi konten dan user generated content karena penulis dapat dibedakan antara administrator serta kontributor.

2 2.Plugin[2] Mash Up

Plugin yang disediakan oleh wordpress sangat beragam. Banyak diantaranya yang mendukung Mash Up seperti geo Mash Up yang mempunyai kemampuan untuk menampilkan peta dari google maps, plugin untuk menampilkan gambar dari filckr, dan juga video dari Youtube.

3. 3. User Generated Content (UGC)

Konten yang merupakan isi dari blog ini terbagi menjadi 4 bagian

a. Isi atau konten yang dibuat oleh pegawai dinas pariwisata atau Pemandu Perjalanan (travel guide).

b. Isi atau konten berasal dari wisatawan yang telah mengunjungi daerah tersebut

c. Isi atau konten berasal dari blog-blog atau laporan perjalanan dari orang-orang tertentu yang telah mengunjungi suatu daerah tujuan tertentu dimana agen perjalanan tersebut menyediakan layanan ke tujuan tersebut

d. Isi atau konten berasal dari pihak-pihak yang berkaitan dengan pariwisata di suatu daerah misalnya dari pengelola warung makan, pengelola penyewaan kendaraan, dan sebagainya.

Sebisa mungkin isi dari blog dijaga keobjektifannya tanpa adanya promosi secara langsung dalam tulisan. Pendekatan user generated content(USG) ini telah dengan baik digunakan oleh Maskapai Garuda Indonesia dalam majalahnya[3] serta komunitas mahasiswa Universitas Indonesia[4].

4. 4. Rekomendasi Paket Perjalanan atau iklan

Iklan yang ada dapat berupa paket rekomendasi perjalanan dari suatu agen perjalanan, rekomendasi akomodasi dan penginapan, serta bentuk iklan lainnya. Penambahan iklan selain untuk memudahkan calon wisatawan untuk mengakses layanan iklan, juga untuk mendukung kelangsungan dari blog.

5. 5. Administrator blog

Pengelolaan blog pariwisata harus profesional. Pengelolaannya dapat di bawah dinas pariwisata setempat atau komunitas atau paguyuban pariwasata dalam suatu daerah. Administrator harus familiar terhadap internet dan dunia blog dengan menggunakan wordpress.


[1] Content Management System (CMS) adalah fasilitas yang digunakan untuk membangun suatu website tanpa harus menguasai bahasa pemrograman tertentu seperti HTML dan PHP

[2] Fasilitas tambahan dari wordpress untuk fungsi tertentu

[3] Lihat www.garuda-magazine.com

[4] Lihat www.anakui.com

Rekomendasi Blog untuk Promosi Pariwisata Daerah(Bagian 2)

Industri Turisme Indonesia

Indonesia merupakan salah satu daerah tujuan wisata dunia yang cukup potensial. Pariwisata merupakan salah satu komponen penyumbang devisa yang cukup besar bagi Indonesia. Dengan kepulauan yang mencapai 17.000 pulau, negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, sekitar 300 etnik suku yang berbeda dengan 250 bahasa lokal yang berkembang, dan iklim tropis sepanjang tahun merupakan komponen utama dalam kepariwisataan di Indonesia.

Dilihat dari negara yang mengunjungi, peringkat berdasarkan jumlah wisatawan yang mengunjungi dari negara Asia Pasifik adalah Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, dan Korea Selatan. World Tourism Organzation (UNWTO) atau Organisasi Pariwisata Dunia, meramalkan bahwa pariwisata dunia akan terus tumbuh sekitar 4% per tahun[1]. Indonesia pun terus menggenjot wisatawan luar negeri dan domestiknya dengan program Visit Indonesia pada tahun 2008.

Sektor pariwisata pada tahun akhir tahun 2008, jumlah wisatawan mancanegara diperkirakan mencapai 6.433.507 orang, atau naik 16,85% dibanding dengan tahun 1997 yaitu sebanyak 5.5 juta orang. Pendapatan devisa yang diperoleh mencapai rekor sekitar 7,65 miliar dolar AS, lebih tinggi dari pencapaian tertinggi tahun 2000 senilai 5,74 miliar dolar AS. Untuk tahun 2009, Departemen Kebudayaan dan Parwisata mentargetkan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 6.5 juta orang[2].

Tantangan-tantangan ini merupakan kesempatan bagi industri yang bergerak dalam sektor pariwisata terutama pemerintah daerah melalui dinas pariwisata sebagai koordinator untuk melakukan pemasaran wisata daerahnya. Promosi daerah wisata oleh dinas pariwisata sering dilakukan melalui pameran-pameran baik skala lokal, nasional, bahkan internasional. Sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada, sistem pemasaran daerah wisata secara konvensional melalui iklan dan pameran-pameran harus diikuti juga dengan pemasaran melalui internet. Berbagai studi menyatakan bahwa internet merupakan sistem pemasaran yang efektif karena pertumbuhan penggunan internet sangat cepat.


Statistik Populasi dan Penggunaan Internet Dunia


Wilayah

Populasi
( Estimasi tahun 2008)

Jumlah Pengguna Internet
per 31 Desember 2000

Jumlah Pengguna Internet
per 30 Juni 2008

% Populasi

% Dunia

Rata-Rata Pertumbuhan Pengguna
2000-2008


Afrika

955,206,348

4,514,400

51,065,630

5.3 %

3.5 %

1,031.2 %


Asia

3,776,181,949

114,304,000

578,538,257

15.3 %

39.5 %

406.1 %


Eropa

800,401,065

105,096,093

384,633,765

48.1 %

26.3 %

266.0 %


Timur Tengah

197,090,443

3,284,800

41,939,200

21.3 %

2.9 %

1,176.8 %


Amerika Utara

337,167,248

108,096,800

248,241,969

73.6 %

17.0 %

129.6 %


Amerika Latin/Karibia

576,091,673

18,068,919

139,009,209

24.1 %

9.5 %

669.3 %


Oseania / Australia

33,981,562

7,620,480

20,204,331

59.5 %

1.4 %

165.1 %


TOTAL

6,676,120,288

360,985,492

1,463,632,361

21.9 %

100.0 %

305.5 %

Tabel 1. Data Perkembangan Internet Dunia

Sumber : http://www.internetworldstats.com/stats.htm



[2] Aris Rahman . 2009.Pariwisata 2008 Sukses, 2009 Penuh Tantangan. Madina online . diakses tanggal 11 Januari 2008.